Chandra qu…..”

10806301_10203302821874637_6881036048938199156_n

Chandra qu….”

Maafkan Ibu sayang….yang tidak bisa menjadi Ibu yang baik untukmu,
yang tidak bisa menjaga, merawat, memperhatikanmu setiap waktu,

ingin sekali selalu berada disisimu
menemanimu, dan melihat pertumbuhanmu,
sungguh…..hati ini sangat menyesal,
Ketika pagi menjelang, dalam lelapmu ku harus membangunkan mu,

walaupun selalu kau selipkan semyum manismu seakan-akan
menunjukkan kau baik-baik saja,
meskipun mata ini tak ingin melepaskan pandangan dari wajahmu. Keadaan yang sangat memberatkan ku,
harus merelakan putri kecilku, lepas dari dekapanku untuk beberapa waktu yang cukup lama,
sedih……..” tapi mencoba untuk tegar dan berusaha tersenyum
meski hati ku menangis,…….”””
Disaat usiamu yang masih membutuhkan tangan ini, tapi harus ku berikan tangan orang lain untuk menggantikanku
Sakit memang, tak ada pilihan lain, dibalik senyum dan ketegaranku
Sungguh hati ini perih tak bisa menjagamu sepenuhnya.
Tapi, semua ini ku lakukan untuk kebaikan kita sayang,
mungkin harus bersakit-sakit dahulu
untuk dapat menikmati indahnya kebersamaan nanti,
Chandra qu……. “
Meskipun jarak yang memisahkan kita, namun cinta dan kasih sayang ini, tak lekang oleh waktu, setiap detik, selalu terlintas dibenakku,
Meski hanya memandang lukisan wajahmu sudah membuatku bahagia,
Kelak, takkan ku lewatkan waktuku untukmu,
Takkan ku biarkan waktu dan jarak memisahkan kita lagi,
Kita akan selalu bersama, …..”
Ibu, janji sayang……suatu saat nanti, kita akan bersama-sama
Menghabskan waktu…….ini,
Doakan Ayah dan Ibu –mu ini sayang,
agar bisa memberikan yang terbaik untukmu hari ini,
dan untuk masa depanmu nanti… “
Peluk dan cium untuk Chandra qu dari kejauhan …..muahhhhh
Love you Chandra qu….. <3

Pengalaman istimewa (2013 – 2014)

Serasi

Waktu Meminang

Bulan Juli, bulan yang kami tunggu-tunggu setelah 4 tahun bersama menjadi sepasang kekasih dan berkomitmen akan membawa hubungan ini kearah yang serius. Berawal dari sebuah target yang menginginkan mengakhiri masa lajang pada tahun 2013, kami pun melangsungkan pernikahan sesuai dengan harapan kami, 11 Juli 2013 merupakan saksi bisu yang menjadikan kami sebagai sepasang suami istri, rasa bahagia, haru, sedih bercampur seakan-akan terjawab sudah 4 tahun masa pacaran kami.

Bulan berganti bulan, tak terasa sudah 5 bulan kami mengarungi bahtera rumang tangga, semua berjalan mulus tanpa pernah ada keributan yang berarti. Tapi kami merasa ada yang kurang, kehadiran seorang buah hati menjadi sosok yang sangat didambakan dalam rumah tangga kami, sampai kami harus hijrah ke Kota Seririt, dimana tempat kami bekerja. Persiapan yang matang membawa kami untuk mandiri. Tiba di penghujung tahun 2013 dan diawal tahun 2014 kabar gembira menghampiri kami dna ternyata aku hamil, tak bisa diandaiakan dengan apapun, akhirnya aku hamil juga sekian lama menunggu akhirnya Tuhan percayakan padaku untuk menjaga dan membesarkan janin yang ada di dalam perut ku. Bulan silih berganti, perhatian suami tak ada hentinya, serasa jikalau aku menginginkan rembulan dia akan berusaha mengambilkannya untukku. Bahagia sekali rasanya, selama hamil suami sangat posesif, memanjakan aku, selalu dicurahkan kasih dan sayang, keluarga pun juga begitu, sangat antusias menantikan kehadiran seorang cucu, keponakan bagi mereka…”

P'wed

Wedding

Tiap bulan suamiku rajin mengantarkan aku memeriksakan calon buah hati kami ke Dokter dan Bidan Desa, rasa haru kerab menyelimuti kami, walaupun hanya bisa melihat dan mendengar gerakannya, kami sangat senang melihat pertumbuhan bayi kami, seakan-akan ingin waktu cepat berlalu dan melihat bayi mungil kami hadir ke dunia ini menemani hari-hari kami, dan waktu yang kami tunggu pun datang, saat-saat yang mendebarkan mulai mengusik pikiran dan hati kami. Berawal dari sakit yang datang dan pergi sekitar pukul 8 malam, membuat suamiku gelisah dan memutuskan mengajakku pulang ke Singaraja tepat jam 10 malam dan tiba jam 11 malam di Banyuasri (jumah bajang yang’e), kedatnagan kami disambut Ibu, Ayah dan saudara ku. Turun dari motor aku hanya tersenyum dan tertawa kecil, semalaman menunggu, pagipun datang dan kami sekeluarga menuju salah satu rumah sakit ternama untuk memeriksakan kehamilan ku, susternya bilang baru bukaan 1, kami memutuskan kembali pulang namun aku dan saudaraku menuju Bidan Desa dimana kami sudah sepkat untuk melakukan persalinan disana. Setelah menunggu lama, mondar-mandir, naik tangga, dan tiba waktunya, entah dari mana datangnya sakit itu, yang awalnya hanya berselang sejam kini makin dekat dan semakin dekat tak kuat menahan sakit dan memutuskan berbaring di tempat tidur sembari sang suami yang senantiasa menunggu dan mengelus-ngelus bokong ku yang teasa sakit, disela-sela elusannya terdengar suara “P L A K….” sepeti balon pecah dan terasa ada sesuatu yang mengalir dari dalam, dan aku meminta suamiku melihatnya, ternyata air ketubannku sudah pecah, suamiku panic dan memanggil bidan yang menanganiku, dan bilang sudah bukaan 5.

loveee

peyut buncit

Rasa deg-degan mulai mengganjal, aku siap-siap akan melakukan persalinan, sungguh pengalaman pertama bagiku dan juga suamiku, ditemani sang kakak yang ikut menemani dan melihat proses persalinan ku, di saat aku mengerang kesakitan kakak dan suamiku selalu ada disampingku….setelah beberapa lama tarik nafas, buang nafas, tarik nafas lagi, dan membuangnya lagi akhirnya tepat pukul 01.45 tanggal 9 September 2014, lahirlah putri kecil kami dengan selamat dan sempurna rasa sakit yang mendera berjam-jam jam yang kurasakan terbayar dengan cantiknya paras putri kami, kakaku tercinta menangis haru bercampur bahagia menyambut keponakaknya, yang ikut menyaksikan perjuanganku melahirkan mendaratkan ciuman di keningku berkata “anakmu sudah lahir”, tak terasa airmataku pun mengaliri pipiku sembari melihat raut wajah suamiku. Sungguh pengorbanan yang sangat menakjubkan untuk menjadi seorang Ibu.10897945_10203302828274797_2326519477303286175_n

Kini hari-hariku ditemani bidadari kecilku, yang tumbuh besar dan semakin cantik, kini usianya sudah 3 bulan 17 hari pada tanggal 23 Desember 2014 melangsukan upacara Tiga Bulanan. Banyak hal sudah bisa dilakukan Chandra, (panggilan nama bayi kami) sudah mulai tengkurep saat usia 2 bulanan, sudah pandai bicara dan fokus kalau diajak ngobrol dan becanda, mulai memainkan kedua tangannya, menjulurkan lidahnya, mencubit, marah, dan ngambek hehehehe….yang selalu bikin gemes rasanya pengen nyubit sama nyium pipinya yang tembem hehehheee…. Lengkap sudah keluarga kecil kami, dan untuk beberapa tahun kedepan kami akan program dedek bayi lagi mudah-mudahan dikasi seorang pangeran sama Tuhan Swaha… “,

“I b u . . . “

Tiada kata yang bisa menggambarkan seorang Ibu,

Love you Ibu ku & Ibu mertuaku, trimakasih telah menjadi Ibu yang baik dan selalu ada untuk kami, semuanya takkan bisa tergantikan oleh apapun… hanya doa yang selalu kami panjatkan untuk mu ….takkan ku biarkan air matamu membasahi pipimu, “

Chandra Q….

10402757_10203101898407833_3308024455844634237_n 10614293_10202964632780121_4519073537417971251_n 10334380_10202843740397887_6910410785649902073_n

Tak pernah bosan memandang wajah kalemnya. Banyak di ibaratkan orang tua dulu seberapa besar cermin yang kita punya, kita lebih sering bercermin di buah hati kita pepatah itu benar sekali…. Sebagai Ibu muda rasanya tak pernah bosan memandangi wajah putri tercintaku, bahkan dalam lelapnya-pun mata ini seakan-akan tak mau lepas dari wajahnya. Alunan doa pun mengiringi tidurnya….setiap malam. Sungguh anugrah terindah yang ku terima, begitu istimewa terbayarkan sudah semua penantian panjangku selama ini. Kini putri kecilku tumbuh sehat dan terlihat semakin manis dan menggemaskan. Rasanya tak mau berpisah lama-lama, kenapa pagi begitu cepat datangnya…..????? aku harus merelakan putriku lepas dari pelukanku….sedih memang,,,,, tapi apa mw dibuat, demi kelangsungan hidup keluarga kecilku apapun akan ku lakukan walau bertentangan dengan hati ini. Putrid kecilku pasti mengerti dengan keadaan ini, dia penyemangat hidupku, dia segalanya bagiku, terkadang disela-sela waktu ku …..” terlintas wajah cantiknya, membuat hati dan pikiran ini kacau, ingin memeluknya dan menciumnya, tapi jarak memisahkan kami, hanya bisa memandang foto2nya hikzzz…..

Ingin rasanya waktu dengan cepat berlalu, ingin melihat putri kecilku tumbuh dewasa, bisa mengenal Ibunya, Ayahnya….. hahhh….  Chandra,,,,cepat besar sayang ya….” Tumbuh jadi anak yang berbakti pada orang tua, doa Ibu sepanjang masa untukmu, semoga dipanjangkan umurnya, dimurahkan rizkinya, dimudahkan setiap langkahnya, di berkati di setiap keputusannya, tercapai mimpi dan harapannya dan dipermudah segala yang dikerjakannya, doa itu selalu terlantunkan disetiap malam tidurnya,,,, ingin rasanya putri kecilku mendapatka kebahagiaan yang melimpah, kasih sayang yang berlimpah tak ingin melihat air mata dipipinya, ingin ku melihat pelangi yang selalu menghiasi hari2 nya, selalu dipenuhi dengan kasih sayang, canda tawa dan kegembiraan di setiap harinya..

Chandra….Q,

10624884_10202941303396901_740887436251000932_n

Kasih IBU sepanjang masa

Bahagianya…….” menjadi seorang  Ibu, ^_^

” NI PUTU DEWINTA CANDRA SWARGIYA “, bayi mungil yang lahir pada 9 September 2014 dengan panjang 51 cm dan berat 3,2 kg. Paras cantik dan menawan mengalahkan rasa sakit usai melahirkannya, rasanya terbayar dengan parasnya yang memikat hati dengan sekali tatapan. Sembilan bulan mengandung tiap hari hanya bisa mengira-ngira membayangkan wajahnya walau meleset dari keinginan, itu semua tak membuat ku kecewa melainkan aku dibuat takjub dengan semua ini. sembilan bulan kebelakang saat masih di dalam kandungan, melewati masa-masa persalinan sungguh hal yang menakjubkan bagiku, pengalaman pertama dalam hidup ku untung ada suami ku yang selalu setia mendampingi dari masa kehamilan, sampai detik-detik kelahiran putri kami, dia selalu ada disampingku, memberi semangat dengan caranya yang agak sedikit berlebihan, mungkin untuk menghalau kecemasannya hehehehee…..  :) Tak lupa pula kakaku tercinta yang snagat antusias  ikut menemani persalinan ku saat itu, yang juga ikut meneteskan air matanya huhhh…. sungguh pemandangan yang ironis tangis bahagia mewarnaidalam proses persalinanku, yang pertama kali baginya menyaksikan langsung kelahiran keponakannya.

Sampai akhirnya putri kecil kami lahir dan membuka mata untuk pertama kalinya, sungguh anugrah tiada tara yang Tuhan berikan untuk kami, anugrah yang melebihi doa dan harapan ku. Rasa haru, tangis bahagia menyertai kelahiran putri kecil kami. Entah harus bagaimana ku ungkapkan dengan kata-kata…..???? Rasa sakit yang mendera selama berjam-jam terbayar dengan tangisan pertamanya. Tuhan…… anugrah yang begitu indah kau percayakan pada kami, sungguh pengalaman yang tak terhitung nilainya. Kata pertama suamiku ucapkan ” Anak kita cantik sekali ” Ibu” kata pertama yang ada dibenak ku, aku akan segera dipanggil Ibu ….terharu, aku yang awalnya hanya sebagai wanita biasa, kini  merasa benar-benar menjadi wanita seutuhnya, bahagia karna telah menjadi Ibu dan istri, akhirnya aku tau betul bagaimana perjuangan seseorang untuk menjadi Ibu.

Kini hari-hari kami diwarnai dengan tangis dan senyum putri kecil kami, tak jemu-jemu memandang wajahnya, tapi kini terasa sedikit perubahan, dulu kasih sayangnya, perhatiannya, semua hanya untuk ku. Kini aku harus berbagi itu semua dengan anak ku, sekarang setiap pulang kerja yang ditanya pertama pasti anaknya yang dicium pertama saat mau bubu pasti anaknya hmmm….yaa yaaa… aku jadi yang ke dua sekarang, heheheheee tapi aku tetap bahagia suami ku selalu sayang pada kami berdua. Lengkap sudah keluarga kecil kami, untuk saat ini… semoga nanti Tuhan percayakan lagi seorang putra untuk kami, astungkara,  sebagai pelengkap keluarga kecil kami.

Putri mungilku

Ni Putu Dewinta Candra Swargiya

Masa Penantian

Ga terasa udah menginjak usia 6 bulan, hmmm…..seneng tapi ada takutnya uga….”” Menunggu masa persalinan yang diperkirakan bulan september mendatang. Jadi deg-deggan, mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar, debay uga sehat lahirnya ga neko-neko hehehehhehe :) Disaat hamil tua, suami makin sayang, bahagianya menantikan buah hatiku lahir ke dunia ini,,,, ga sabar rasanya ingin memeluk dan menciumnya walau terkadang sempat datang lewat mimpi, karna saking antusiasnya sampai-sampai terkadang berkhayal seolah-olah debay ada disampingku qiqiiqiqi….lucu ya, menantikan kelahiran anak pertama emang beda.

Uhhhh….debay ku,,,yang lagi aktif-aktifnya bergerak, cepet besar ya… sabtu ini mau perikasa lagi moga uda masuk kepalanya, posisinya uda bagus ya sayang ya….. biar Ibu ma Ayah ga kepikiran terus :). Kami berharap kelak kelahiranmu normal dan semua dilancarkan, banyak orang yang nunggu kehadiran kamu sayang….””” Jadi semangat ya…. doa Ibu dan Ayah tak pernah lepas dari mu, kami berharap yang terbaik untuk mu kelak. Sayang ku….. kau anugrah terindah dalam hidup ini, jadi lah kado istimewa untuk Ibu dan Ayah sayang, disaat yang sulit seperti ini, ingin rasanya kamu tak mendengar dan tak merasakan apa yang Ayah dan Ibu rasakan.

Sulit untuk diceritakan, keadaan yang tak sepantasnya terjadi….”” tapi Ibu dan Ayah akan selalu menjaga kamu sayang, takkan Ibu biarkan orang lain meluakai kamu meski kamu dalam rahim Ibu untuk saat ini. Selalu berpikir positif, hanya ada kamu Ibu dan Ayah… <3

Semoga kelak kelahiranmu dapat membuat perubahan kearah yang lebih baik di keluarga ini, doa Ibu tak ada henti-hentinya selalu menginginkan kamu yang terbaik, Ibu dan Ayah akan selalu menjadi orangtua yang bisa kamu andalkan, selalu ada untuk mu sayang….. love you so much…. Ayah dan Ibu yang selalu mencintaimu..<3

loveee

peyut buncit

Lara ku….

Menangis…..menagislah….. :(

Tak terasa derai air mata membasahi pipi ini untuk yang kedua kalinya, entah kenapa harus terulang lagi…. Disaat yang tidak tepat, disaat aku seperti ini…. Yang seharusnya ada yang menjaga hati, perasaan dan pikiran ini, kini harus tergores kembali dengan kisah lama yang membuat luka semakin dalam.

Tuhan….apa salah dan dosaku padamu, setiap saat tak pernah ku tinggalkan diri-Mu …. Disaat aku butuh sandaran yang kuat, kau rapuhkan sandaran yang kupunya. Tuhan….adilkah ini untuk ku….. kenapa harus aku….Tuhan,,,”

Kemana cinta yang dulu….

Kemana kasih ku yang …

Kini semua hanya semu untukku …. Rasanya hati ini tak bisa memaafkan, begitu sakit yang kurasa…. Tak atau dengan siapa harus ku mengadu….tak ada teman, sahabat, dan keluarga yang kupercaya….”

Tuhan ….bantu aku melewati semua ujian ini, tabahkan hati ini, sembuhkan luka ini, kuatkan hati ini Tuhan…. Tak ingin sesuatu yang buruk menimpa anakku kelak. Karena otak dan hati ini tak henti-hentinya memikirkan ujian ini.

Tunjukkan aku jalan keluar yang tak menyakiti siapapun…” Kembalikan keharmonisan keluarga kecil kami…. Kehangatan yang sempat hilang ingin rasanya merasakan kembali walaupun luka ini masih belum bisa terobati, demi anak yang ada dalam kandungan ku ku rela berkorban apapun untuknya.

Hati ini tak bisa menutupi, rasa rindu akan hangat peluknya, canda tawanya, perhatiannya ingin kembali kurasakan. Bagaimanapun dia…orang yang ku cinta, dia ayah dari anakku…dia suami ku…”

Satukan kembali cinta ini Tuhan….. kembalikan keceriaan dalam rumah kecil kami…”

Jangan biarkan hal ini terulang untuk yang ketiga kalinya…cukup sampai disini. Aku tak sanggup jika menghadapi hal yang sama terulang kembali….. hanya itu pintaku, Jangan sampai…..Tuhan……””””

Kedutan lucu debay

4 bulan 2 minggu, setelah merasakan detak jantung dan gerakan-gerakan kecil debay yang ngegemesin hehehehe….. kali pertama dalam hidup ini ada yang berkembang di rahim ku sungguh anugrah yang luar biasa mungkin tak dapat ku wakilkan dengan kata-kata. Dulu hanya menjadi khayalan, tapi kini aku bisa merasakan langsung bagaimana awal perut ini yang dulunya kecil, sekarang mulai membesar perlahan. Apalagi saat USG untuk pertama kalinya…. Sempat ragu akan kehamilan ku antara hamil atau tidak, tapi Dokter meyakinkan dengan adanya detak jantung debay yang sudah berfungsi dengan baik. Tuhan…..anugrah tiada tara yang kau percayakan pada ku, yang sekian lama ku nantikan akhirnya Kau peryakan juga padaku. Antara haru dan bahagia tercampur jadi satu dalam benakku….. “sebentar lagi, akan ada yang memanggil ku Ibu….”

Masa-masa ngidam sudah terlewati, sempat terjadi kecemasan dari bulan pertama sampai ke empat belum ada kenaikan berat badan. Sempat depresi juga yang setiap bulannya harus ada kenaikan tapi aku masih setia di 42 kg. takut ntar debay nya kenapa2, tapi setelah menginjak usia 4 bulan sudah terasa ada gerakan aku jadi lega ternyata debay berkembang juga, suami yang sangat perhatian sampai mengharuskan minum susu 2 kali sehari qiqiqiiqi….. yang rela harus bangun lebih dulu buat susu  bahagianya……. Suamiku perhatian sekali dengan kondisi debay, termasuk aku juga.

Kini hari-hariku terasa sangat istimewa…… setiap waktu suami ku pasti pengen denger gerakan debay, nempelin telinganya keperut yang sedikit membuncit hehehe….. apalagi saat bangun pagi jelas sekali terlihat perut ku mengeras di bagian bawah kalau di eluss-elus suami ku, debaynya nurut jadi kempes lagi eee… baru 4 bulan uda ngegemesin ngeliat tingkah laku debay yang lucu kebahagiaan ku rasanya sudah lengkap suami yang makin sayang, makin perhatian, aku juga begitu kehadiran debay membuat kami semakin mengerti tentang apa itu saling menyayangi, mengasihi, hari-hari terasa indah di lewati.

Semoga kelak kaeluarga kecil ini selalu dilimpahkan kebahagiaan, kesehatan, kemudahan, kemurahan, dan selalu dalam lindungan-Nya. Swaha….. Tuhan selalu mendengar doa ku…. debay pun ikut gerak-gerak mungkin ikut berdoa juga eeee…..  tak sabar rasanya nunggu kelahiran debay pengen cepet-cepet ngeliat wajahnya, nyium pipinya, 5 bulan lagi …. semoga semua dilancarkan.

peluk cium ku untuk suami tercinta dan debay ku tersayang….. Damar <3

cute baby

baby