Aku & SuamiKu

Ibarat sumpit….yang tak bisa digunakan kalau ada satu. Seperti itulah aku gambarkan keadaan ku sekarang, Aku & SuamiKu yang tak bisa terpisahkan dalam keadaan dan situasi apapun. Dalam susah, senang kami selalu berdua. Tak peduli panasnya mentari dan dinginnya hujan tak ada batas untuk kami tetap berdekatan. Dari awal pacaran sampai menikah rasa CINTA ku tak pernah berkurang padanya, walaupun sekarang sudah tinggal bersama tapi selalu merasa rindu.

Tuhan….mungkin ini yang dinamakan CINTA sejati. Begitu besar rasa CINTA ku pada suami ku, seakan-akan aku tak bisa jauh darinya. Dikehidupan ini aku selalu ada bersamanya apa jadinya nanti kalau diantara kami tidak bisa menemani lagi, betapa hancur hati ini…..😦 baru mendengarkan saja rasanya mata ini berkaca-kaca jangan sampai menjadi kenyataan Tuhan….. ” Jangan pernah pisahkan CINTA suci kami secepat yang kau inginkan. Berikan kami kesempatan yang lebih lama untuk selalu bersama. Tak sanggup rasanya melewati hidup ini….”

Tuhan…. panjangkan umur kami berdua, agar kami selalu bisa bersama, ini merupakan awal kami hidup bersama secepat itukah kau inginkan kami berpisah….😦 . Aku hanya manusia biasa yang tak punya kekuatan, hidup dan matiku ada ditangan Mu, aku hanya bisa pasrah, hanya bisa berdoa dan meminta semoga sesuatu yang buruk tidak menimpa Aku & SuamiKu……

Tuhan…. jika semua sudah ditakdirkan untuk Aku & SuamiKu….. ijinkan aku mengucap janji di hadapMu, Aku tak sanggup hidup tanpa DIA di sisiku, aku takkan mampu Tuhan…. Kapan dan apapun yang akan terjadi nanti Aku ingin selalu berada di sisi SuamiKu….😦 meskipun aku harus mengubah takdir hidup ku….

Ini CINTA SUCI KU takkan ku biarkan hilang begitu saja….

Aku & SuamiKu akan selalu bersama di dunia fana’pun kami akan selalu bersama, Aku berjanji Aku & SuamiKu akan menghadapmu bersama tidak Aku atau SuamiKu sendiri….. tapi Kami berdua Aku & SuamiKu  …. itu janji ku Tuhan…. “

Sesak terasa di lubuk hati, mengurai deras air mata yang jatuh tak tertahankan….
mendengar berita burung yang belum tentu kebenarannya, hanya bisa tertegun menahan hati yang seakan hancur berkeping-keping hanya terlintas di ingatan
Tuhan kenapa dulu dipertemukan jika secepat ini kau inginkan perpisahan…..
Love...

Love…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s