Kasih IBU sepanjang masa

Bahagianya…….” menjadi seorang  Ibu, ^_^

” NI PUTU DEWINTA CANDRA SWARGIYA “, bayi mungil yang lahir pada 9 September 2014 dengan panjang 51 cm dan berat 3,2 kg. Paras cantik dan menawan mengalahkan rasa sakit usai melahirkannya, rasanya terbayar dengan parasnya yang memikat hati dengan sekali tatapan. Sembilan bulan mengandung tiap hari hanya bisa mengira-ngira membayangkan wajahnya walau meleset dari keinginan, itu semua tak membuat ku kecewa melainkan aku dibuat takjub dengan semua ini. sembilan bulan kebelakang saat masih di dalam kandungan, melewati masa-masa persalinan sungguh hal yang menakjubkan bagiku, pengalaman pertama dalam hidup ku untung ada suami ku yang selalu setia mendampingi dari masa kehamilan, sampai detik-detik kelahiran putri kami, dia selalu ada disampingku, memberi semangat dengan caranya yang agak sedikit berlebihan, mungkin untuk menghalau kecemasannya hehehehee….. 🙂 Tak lupa pula kakaku tercinta yang snagat antusias  ikut menemani persalinan ku saat itu, yang juga ikut meneteskan air matanya huhhh…. sungguh pemandangan yang ironis tangis bahagia mewarnaidalam proses persalinanku, yang pertama kali baginya menyaksikan langsung kelahiran keponakannya.

Sampai akhirnya putri kecil kami lahir dan membuka mata untuk pertama kalinya, sungguh anugrah tiada tara yang Tuhan berikan untuk kami, anugrah yang melebihi doa dan harapan ku. Rasa haru, tangis bahagia menyertai kelahiran putri kecil kami. Entah harus bagaimana ku ungkapkan dengan kata-kata…..???? Rasa sakit yang mendera selama berjam-jam terbayar dengan tangisan pertamanya. Tuhan…… anugrah yang begitu indah kau percayakan pada kami, sungguh pengalaman yang tak terhitung nilainya. Kata pertama suamiku ucapkan ” Anak kita cantik sekali ” Ibu” kata pertama yang ada dibenak ku, aku akan segera dipanggil Ibu ….terharu, aku yang awalnya hanya sebagai wanita biasa, kini  merasa benar-benar menjadi wanita seutuhnya, bahagia karna telah menjadi Ibu dan istri, akhirnya aku tau betul bagaimana perjuangan seseorang untuk menjadi Ibu.

Kini hari-hari kami diwarnai dengan tangis dan senyum putri kecil kami, tak jemu-jemu memandang wajahnya, tapi kini terasa sedikit perubahan, dulu kasih sayangnya, perhatiannya, semua hanya untuk ku. Kini aku harus berbagi itu semua dengan anak ku, sekarang setiap pulang kerja yang ditanya pertama pasti anaknya yang dicium pertama saat mau bubu pasti anaknya hmmm….yaa yaaa… aku jadi yang ke dua sekarang, heheheheee tapi aku tetap bahagia suami ku selalu sayang pada kami berdua. Lengkap sudah keluarga kecil kami, untuk saat ini… semoga nanti Tuhan percayakan lagi seorang putra untuk kami, astungkara,  sebagai pelengkap keluarga kecil kami.

Putri mungilku

Ni Putu Dewinta Candra Swargiya

One thought on “Kasih IBU sepanjang masa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s