Pengalaman istimewa (2013 – 2014)

Serasi

Waktu Meminang

Bulan Juli, bulan yang kami tunggu-tunggu setelah 4 tahun bersama menjadi sepasang kekasih dan berkomitmen akan membawa hubungan ini kearah yang serius. Berawal dari sebuah target yang menginginkan mengakhiri masa lajang pada tahun 2013, kami pun melangsungkan pernikahan sesuai dengan harapan kami, 11 Juli 2013 merupakan saksi bisu yang menjadikan kami sebagai sepasang suami istri, rasa bahagia, haru, sedih bercampur seakan-akan terjawab sudah 4 tahun masa pacaran kami.

Bulan berganti bulan, tak terasa sudah 5 bulan kami mengarungi bahtera rumang tangga, semua berjalan mulus tanpa pernah ada keributan yang berarti. Tapi kami merasa ada yang kurang, kehadiran seorang buah hati menjadi sosok yang sangat didambakan dalam rumah tangga kami, sampai kami harus hijrah ke Kota Seririt, dimana tempat kami bekerja. Persiapan yang matang membawa kami untuk mandiri. Tiba di penghujung tahun 2013 dan diawal tahun 2014 kabar gembira menghampiri kami dna ternyata aku hamil, tak bisa diandaiakan dengan apapun, akhirnya aku hamil juga sekian lama menunggu akhirnya Tuhan percayakan padaku untuk menjaga dan membesarkan janin yang ada di dalam perut ku. Bulan silih berganti, perhatian suami tak ada hentinya, serasa jikalau aku menginginkan rembulan dia akan berusaha mengambilkannya untukku. Bahagia sekali rasanya, selama hamil suami sangat posesif, memanjakan aku, selalu dicurahkan kasih dan sayang, keluarga pun juga begitu, sangat antusias menantikan kehadiran seorang cucu, keponakan bagi mereka…”

P'wed

Wedding

Tiap bulan suamiku rajin mengantarkan aku memeriksakan calon buah hati kami ke Dokter dan Bidan Desa, rasa haru kerab menyelimuti kami, walaupun hanya bisa melihat dan mendengar gerakannya, kami sangat senang melihat pertumbuhan bayi kami, seakan-akan ingin waktu cepat berlalu dan melihat bayi mungil kami hadir ke dunia ini menemani hari-hari kami, dan waktu yang kami tunggu pun datang, saat-saat yang mendebarkan mulai mengusik pikiran dan hati kami. Berawal dari sakit yang datang dan pergi sekitar pukul 8 malam, membuat suamiku gelisah dan memutuskan mengajakku pulang ke Singaraja tepat jam 10 malam dan tiba jam 11 malam di Banyuasri (jumah bajang yang’e), kedatnagan kami disambut Ibu, Ayah dan saudara ku. Turun dari motor aku hanya tersenyum dan tertawa kecil, semalaman menunggu, pagipun datang dan kami sekeluarga menuju salah satu rumah sakit ternama untuk memeriksakan kehamilan ku, susternya bilang baru bukaan 1, kami memutuskan kembali pulang namun aku dan saudaraku menuju Bidan Desa dimana kami sudah sepkat untuk melakukan persalinan disana. Setelah menunggu lama, mondar-mandir, naik tangga, dan tiba waktunya, entah dari mana datangnya sakit itu, yang awalnya hanya berselang sejam kini makin dekat dan semakin dekat tak kuat menahan sakit dan memutuskan berbaring di tempat tidur sembari sang suami yang senantiasa menunggu dan mengelus-ngelus bokong ku yang teasa sakit, disela-sela elusannya terdengar suara “P L A K….” sepeti balon pecah dan terasa ada sesuatu yang mengalir dari dalam, dan aku meminta suamiku melihatnya, ternyata air ketubannku sudah pecah, suamiku panic dan memanggil bidan yang menanganiku, dan bilang sudah bukaan 5.

loveee

peyut buncit

Rasa deg-degan mulai mengganjal, aku siap-siap akan melakukan persalinan, sungguh pengalaman pertama bagiku dan juga suamiku, ditemani sang kakak yang ikut menemani dan melihat proses persalinan ku, di saat aku mengerang kesakitan kakak dan suamiku selalu ada disampingku….setelah beberapa lama tarik nafas, buang nafas, tarik nafas lagi, dan membuangnya lagi akhirnya tepat pukul 01.45 tanggal 9 September 2014, lahirlah putri kecil kami dengan selamat dan sempurna rasa sakit yang mendera berjam-jam jam yang kurasakan terbayar dengan cantiknya paras putri kami, kakaku tercinta menangis haru bercampur bahagia menyambut keponakaknya, yang ikut menyaksikan perjuanganku melahirkan mendaratkan ciuman di keningku berkata “anakmu sudah lahir”, tak terasa airmataku pun mengaliri pipiku sembari melihat raut wajah suamiku. Sungguh pengorbanan yang sangat menakjubkan untuk menjadi seorang Ibu.10897945_10203302828274797_2326519477303286175_n

Kini hari-hariku ditemani bidadari kecilku, yang tumbuh besar dan semakin cantik, kini usianya sudah 3 bulan 17 hari pada tanggal 23 Desember 2014 melangsukan upacara Tiga Bulanan. Banyak hal sudah bisa dilakukan Chandra, (panggilan nama bayi kami) sudah mulai tengkurep saat usia 2 bulanan, sudah pandai bicara dan fokus kalau diajak ngobrol dan becanda, mulai memainkan kedua tangannya, menjulurkan lidahnya, mencubit, marah, dan ngambek hehehehe….yang selalu bikin gemes rasanya pengen nyubit sama nyium pipinya yang tembem hehehheee…. Lengkap sudah keluarga kecil kami, dan untuk beberapa tahun kedepan kami akan program dedek bayi lagi mudah-mudahan dikasi seorang pangeran sama Tuhan Swaha… “,

“I b u . . . “

Tiada kata yang bisa menggambarkan seorang Ibu,

Love you Ibu ku & Ibu mertuaku, trimakasih telah menjadi Ibu yang baik dan selalu ada untuk kami, semuanya takkan bisa tergantikan oleh apapun… hanya doa yang selalu kami panjatkan untuk mu ….takkan ku biarkan air matamu membasahi pipimu, “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s