Suara Hati

Kehamilan  merupakan hal yang sangat didambakan bagi semua pasangan pasutri, sama seerti yang kami alami kemarin, dimana setelah mngetahui ada janin yang tumbuh di rahim ini sungguh sangat menakjubkan. Harapanpun mulai muncul, ingin seperti ini, harus begini, banyak lah hal-hal yang sangat riskan dan antusias menanti kelahiran calon bayi kami. Entah karena kecape’an, atau stress, minggu ke 7 aku mengalami pendarahan dan sempat berfikir akan kehilangan debay yang ku kandung. Tapi tetap berusaha mempertahankan  namun Tuhan berkehendak lain, berita duka pun kami terima di tanggal  21 September 2015…. kami harus merelakan calon bayi kami untuk di gugurkan, mendengar dokter berkata itu, sedikit terdiam dan terpaku…. Tuhan,,,,, cobaan apalagi ini, disaat kami sedang berbahagia melihat perkembangan calon bayi kami, tiba-tiba engkau berkata lain….. hati ini bergetar, entah harus berbuat apa lagi ….. Cobaan yang amat berat bagiku, kehilangan calon anak, walaupun baru beruur 8 minggu, sangat menyayat hati ini, duka yang teramat dalam kurasakan. Tak terasa air mata ini jatuh membasahi pipi ini Tuhan ….kenapa meski anakku, anak yang ku harapakan, kini harus rela melepasnya, …..sepanjang perjalan pulang hanya bisa menangis, semua ini kesalahanku, yang tak bisa menjaga bayiku, hanya bisa menyalahkan diri sendiri, sempat terdiam dan menghapus air mata menyembunyikan kesedihan yang kurasakan, berusaha tegar dan iklas, toh akhinya air mata ini pecah juga di pelukan suamiku, tangis yang tak terhankan, sakit yang kurasakan,  menyisakan bekas yang amat dalam di hati ini. Suamiku mencoba menenagkan dengan berbagai pemikirannya, sedikit menenangkan, namun belum bisa percaya ini akan terjadi padaku. dan  keesokan harinya aku harus menjalani pembersihan rahimku…. berusaha tegar namun hati ini terasa bedetak tak menentu, panik, takut, sedih, kecewa semua bercampur… Tuhan….semoga dilancarkan hari ini, tiba saatnya memasuki ruang dokter, hati makin berdetak kencang, saat perawat menyiapkan berbagai alat-alat keperluan dokter, pikiran makin kacau, apalagi tak ditemani suamiku, pasrah….semua ku serahkan padanya yang memberi kehidupan, salam perpisahan terakhir untuk calon anakku, ” Sayang,….mungkin tidak hari ini tapi di lain hari aku akan mendapatkan kamu lagi, sebagai anakku kelak, maafkan Ibu sayang, semua salah Ibu yang tak mampu menjagamu, maafkan Ibu sayang, hanya Ibu dan Ayahmu yang tau betapa hati ini sangat terpukul akan kehilanganmu, walau hanya sebentar namun kehadiranmu sangat berarti di hati ini, tetaplah menjadi anakku, darah dagingku, kesayanganku, semoga kita bisa berjumpa lagi di waktu yang jauh lebih indah dari sekarang……. Maafkan Ibu sayang…..Ibu tunggu kamu dikelahirammu berikutnya……Ibu yakin itu ” tak terasa waktu berlalu, semua sudah berakhir…..hanya akan menjadi kenangan yang indah di hati ini. Akan kubingkai rapi sebagai hiasan hati yang begitu indah dan berharga, mencoba untuk tegar dan jauh lebih iklas, berharap semua akan baik-baik saja….. dan akan kudapatkan anakku di kehidupannya yang kedua…… air mata ini pun tetap menetes mengingat kejadian itu, Tuhan,…..salahku yang tidak bisa menjaga anugrahmu, tapi jangan putuskan sampai disini…… ijinkan aku menjaga anugrahmu lagi di lain kesesempatan. Aku janji akan menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya.

Aku sayang kamu meski belum sempat kumiliki…….”❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s